Aku masih duduk di sini, mengamati punggung nya dari jauh. Entah sampai kapan hurus terus seperti ini, karna kenyataan nya aku tidak bisa untuk tidak mencintai nya. Mencintai diri nya yang bahkan tak kenal aku, tapi aku tak bisa lepas dari jerat cinta nya.
Nama nya Castle, Ia tampan, garis wajah nya tegas, kulit nya putih dengan mata coklat yang indah, mata yang mampu seketika mencairkan hatiku. Ku rasa ia punya semua yang banyak orang inginkan, tapi ada beberapa yang tidak, Castle tidak mempunyai teman dan kurasa ia tidak memiliki siapapun dalam hidup nya, Castle tidak pernah tersenyum bahkan sekedar sedikit saja melengkungkan bibir nya, ya tidak aku tidak pernah melihat nya. Oleh karena itu aku ingin menjadi seseorang yang ia punya di hidup nya, yang membuat ia melengkungkan bibir nya. Bahkan saat ini Castle hanya bermain basket seorang diri di lapangan sana. Mungkin kelihatan aneh, tapi itul
Nama nya Castle, Ia tampan, garis wajah nya tegas, kulit nya putih dengan mata coklat yang indah, mata yang mampu seketika mencairkan hatiku. Ku rasa ia punya semua yang banyak orang inginkan, tapi ada beberapa yang tidak, Castle tidak mempunyai teman dan kurasa ia tidak memiliki siapapun dalam hidup nya, Castle tidak pernah tersenyum bahkan sekedar sedikit saja melengkungkan bibir nya, ya tidak aku tidak pernah melihat nya. Oleh karena itu aku ingin menjadi seseorang yang ia punya di hidup nya, yang membuat ia melengkungkan bibir nya. Bahkan saat ini Castle hanya bermain basket seorang diri di lapangan sana. Mungkin kelihatan aneh, tapi itul
Tidak ada komentar:
Posting Komentar