Jumat, 24 Juni 2011

Puisi Milik Gue

Beberepa waktu lalu gue di suruh oleh guru gue untuk bikin puisi, Hah? gila puisi mana bisa gue?.. Setelah gue berfikir lama setan dalam diri gue berkata "Udah cari aja di Google" katanya enyerankan, Tapi di sisi lain malaikat dalam diri gue berkata "udah bikin sendiri aja, lo pasti bisa!" malaikat itu berkata dengan semangat, ya dengan PeDe nya gue berkata dalam hati "Gue biki sendiri aja deh guekan pinter" sumpah gue seseorang yang pede banget. Nah yeyeye akhir nya Puisi milik gue itu jadi judul nya:

Di Balik Hujan

hujan...
membawa serta kenangan yang tlah lama hilang
menghadirkan kotak memori yang usang
menyeret ku melaewati lorong penyesalan

bersamanya hujan...
ku aringi setiap labirin-labirin kaca nya
berlari dan terus berlari hingga akhir nya ku terjatuh
bersama cinta ku yang kini runtuh

kini ku tak tahu arah, kutak tahu harus kemana?
tapi disana kulihat setitik cahaya
kurasakan... cahaya itu adalah kunang-kunang
yang ku yakin kan bawa ku terbang

ku terbangun dari mimpi panjang alam kotak memori ku
hujan itu kini telah berganti
berganti guratan pelangi
pancarkan cahanya ke segala penjuru

mejikuhibiniu
7 warna dalam 1
tapi kini kau telah pergi
menigalkan ku sendiri di sini

apakah kau kan kembali? setelah hujan...
atau kau hanya kan jadi kenangan
kenangan dalam kotak memoriku
yang kan musnah di telan sang waktu?

 Nah tadi itu puisi yang berhasil gue buat dalam waktu singkat, mungkin bagi kalian itu biasa tapi bagi gue nggak. Let me tell you about this.
Puisi ini bercerita tentang seseorang yang benci hujan, dia ngerasa kalo hujan adalah pembawa penyesalan nya yang telah lalu, pembawa semua kenangan buruk yang telah lalu, ia berusaha buat lari dari kenyataan itu semua tapi ia tak bisa hingga akhirnya terjatuh, dan dia nggak tau harus apa? harus bagaimana? karna saat ini ia jatuh..

hingga akhir nya ada cahaya yang berbentuk kunang-kunang yang di ibaratkan sebagai seseorang yang dia yakin bisa bawa dia terbang, bisa bawa dia pergi dari semua penyesalan ini... Seseorang itu mengajarkan bahwa akan selalu ada yang di tunggu setelah hujan, yaitu Pelangi.. Dan selalu ada yang di tuggu setelah kesalahan, penyesalan dan blablabla yaitu pengampunan dan cinta.

hingga akhir nya ia terbangun dan ia menyadari bahwa pelangi itu sangat indah, dan ia yankin itu adalah pengampunan dari segala kesalahan nya, penyesalan nya. Tapi ia sadar seseorang itu kini tak ada ia bertanya  

"apakah kau kan kembali setelah hujan besok atau kau hanya kan jadi kenangan, hanya jadi ilusi semata? apapun itu kau malaikat ku, kunang-kunang ku, cahaya kecil ku.. Trimakasih"

nah itu tadi isi puisi nya gimana? bagus ngggak? mungkin menurut kalian itu biasa, tapi menurut gue tetep itu luar biasa..
Karna setiap pemikiran yang keluar dari otak ataupun hati diri kita sndiri.. Itu nggak pernah biasa tapi luar biasa...

salam dari gue, eh jangan lupa follow di: @kanita_48 ya.. thanks

Rabu, 22 Juni 2011

To You

Buat seseorang yang disana yang udah mengajari ku tentang  indah nya hujan, aku cuma mamu bilang makasih... Karna hujan kemarin au merasakan ada yang beda dari diri mu, karna hujan kemarin yan bisa membuat mu lebih lama berada di sini , karna hujan kemarin yang bisa membuat mu mengutarakan sejuta mimpi dan angan yang udah lama terpendam, karna hujan kemarin yan bisa membuat segalanya jadi indah.. makasih hujan...

mungkin ini hanya sebuah paragraf jelek yang nggak berarti untuk mu, api setidak nya ini berarti buat salah satu dari kita, yaitu aku..

hujan bawaku terbang
menyusuri setiap angan dan mimpi mu
meneri di bawah rintik hujan
bersamamu
ya.. memang hanya bersamamu

mungkin dirimu takkan pernah bisa ku gapai, tapi aku yakin suatu saat nanti hujan ini yang akan pertemukan kita.. Walau mungkin kau tak menyadari nya, alau mungkin aku hanya dapat melihat sosok mu dari jauh, atau bahkan aku tak akan pernah dapat melihat mu.. tidak apa bagiku
Karna hjan kemarin saja sudah cukup buat ku, ya ku rasa itu cukup buatku..,
hatiku kini tersenyum mengingat mu...

Lalalala kini hatiku menari
rasakan di rimu memelukku
erat dan semakin erat
menari bersamamu...
ya hanya kamu..


nah itu tadi postingan gue tentang sesuatu yang nggak jelas, karna pas gue nulis juga gue bingung ini tentang  apa..??? nah tapi semoga lo suka ama postingan gue..

Jumat, 17 Juni 2011

Berawal dari dialog nggak penting...

Oh ya kali ini mau nge-post tentang pemikiran yang berasal dari dialog nggak penting.. Yahh kaya percakapan biasa aja-sih tapi memunculkan sebuah pertanyaan+jawaban yang menarik. Mumpung abis ulangan fikiran lagi fresh2-nya, tanpa beban... Oke back to the topic, gimi ceritanya:

Saat gue berada di sebuah kelas yang solidaritas nya tinggi baget, sampe nyontek aja masal, coba? solidkan kelas ini??? terlihat beberapa orang lagi serius mengerjakan soal yang di kasih guru yang nggak bisa dateng karna ada rapat, beberapa orang ada yang ngelamun nggak jelas, ada yang lari sana-sini nyari contekan dan gue sebagai siswa yang males mikir terpaksa juga cari contekan tapi tanpa lari sana-sini, cukup diam di tempat, karna 1 :yakin contekan itu bakal dateng dgn sendiri nya.

seorang temen datang menghampiri "nit pinjem pulpen ya?" kata temen gue itu memohon, "nih, tapi ntar selesai ngerjain, liat ya?" kata gue "mmm?"tampak berfikir sejenak lalu "iya deh gampang" katanya "sip"

setelah penantian yang cukup lama akhir nya dia datang juga...
"nih" katanya sambil menyodrkan selembar keratas berisi jawaban itu pada ku, "makasih ya" kata gue sambil tersenyum... Lagi serius ngerjain ada seseorang yang ngomong ama gue "yang ini salah, harus ya ini nya di belakang" katanya "emang gitu ya? tapi dia (teman gue yg ngasih contekan) kaya gini kok" kata gue membantah, "ini tuh kebalik" kata seseorang itu kekeuh "biarinlah salah, resiko nyalin itu namanya" balas gue "terserahlah, tapi gue sih kaya gini" sambil menyodorkan milik nya. "nggak ah kaya gini aja, dia (temengue) aja kaya gini" kata ku mantap "emang dia pinter?" katanya agak mengejek. Gue terdiam, lalu berfikir sejenak. emangsih dia nggak pimter, tapi gue yakin sama jawaban temen gue itu, dan dengan mantap gue menjawab... "Emang seeorang itu harus pintar ya subaya bisa ngejawab atau ngelakuin sesuatu?" tanya gue dengantatapan megejek yang lebih menusuk.. sambil tertawa setan (laught evil) dalam hati. Dan dia terdiam sebentar dan mengalihkan tatapannya kearah depan lau berkata "terserahlah" dengan pasrah...

End finaly I win... yeyeye sambil bersorak dalam hati... Itu lah dialolog nya dgn perubahan  yang ue ngak tau ada atau nggak soal nya gue udah agak lupa kejadian nya... Itu ialog yang nggak penteng tapi menarik setidak nya menurut gue, "emang harus PINTAR, supaya bisa?" nggak kan??? kalo menurut gue sih nggak! Sama kaya lo nggak harus perang buat bisa jadi pahlawan atau juga lo nggak harus ketemu alien buat bisa nulis buku tentang alien, lo nggak harus pintar buat bisa nulis blog kaya gue... yakan??..... Bnyak cara yang bisa lo lakuin untuk mencapai sebuah keberhasilan dari yang halal sampe yang haram, dari yang bersih sampe yang kotor. Tinggal bagaimana lo bisa memilih dan menentukan cara yang tepat buat hidup lo. Sebagaimana lo udah nentuin jalan hidup lo sampai sekarang ini tinggal bagaimana lo bisa meneruskan hidup lo saat ini.

Mungkin kadang lo bisa salah saat ngambil sebuah keputusan, tapi  pasti ada cara buat ngatasin itu semua. Yng perlu lo lakuin cuma santai dan rasakan kenyamanan hidup lo sekaliun lo nggak pernah ngerasain kenyamanan di hidup lo dan jalani semua kaya alir yang mengalir.....

sori kalo gaje... tetep enjoy sama hidup lo